Pengalaman Trading Bitcoin dan Cryptocurrency Lainnya

Pengalaman Trading Bitcoin dan Cryptocurrency Lainnya

Cara Trading Bitcoin
Kali ini aku ingin sedikit cerita sekaligus curhat tentang pengalaman trading bitcoin dan cryptocurrency lainnya (sering disebut juga dengan altcoin). Tak dipungkiri bitcoin memang mengubah hidupku, ke arah lebih baik namun juga ada buruknya.

Berkat bitcoin aku berhasil mendapatkan uang yang bisa kugunakan untuk ini itu, jauh lebih besar dari hasil kerja sebelumnya. Namun hasil yang instant dalam waktu singkat membuatku jadi malas melakukan kerjaan lain.

Boleh percaya atau tidak dalam waktu 9 bulan (April 2017 s/d Januari 2018), aku berhasil mendapatkan untung 200x lipat dari modal, setengah sudah masuk ke rekening dan sisanya masih di Exchanger (tempat jual beli Crypto).

Jangan berfikir itu keuntungan yang wow, karena modalku cuma sedikit. Aku selalu ingat dengan "Never invest money that you can't afford to lose ". Sebuah quote yang paling sering muncul di thread kaskus tentang money game. Biar si TS ga disalahin referralnya kalau rugi 😂

Kalau mau invest di bitcoin, jangan sampai menggadaikan rumah, jual motor atau makai uang yang seharusnya digunakan untuk hal yang penting. Gunakan saja uang "nganggur" yang kalau hilangpun ga bakal mempengaruhi kehidupanmu.

2017 memang tahun kejayaan para pemilik mata uang digital. Tahun 2018 berubah 180 derajat, aku rugi gila berkat bitcoin yang drop dari puncak hampir 20.000 dollar, di Desember 2018 ini cuma bernilai 3500$. Altcoin rata rata drop > 95% dari ATH (All Time High).
Bitcoin Holders 2017 vs 2018
Artikel ini hanya untuk Sharing Pengalaman, "not investment advice". Bertujuan supaya teman teman berhati hati dalam berinvestasi di crypto. Para pakar misal Warren Buffett pun bilang harga bitcoin itu hanya lah spekulasi. Aku pun setuju dengan pernyataan ini.

Alasannya karena project di crypto belum benar benar memberikan kontribusi nyata. Mayoritas masih dalam pengembangan bahkan ada yang masih dalam rencana saja (tertuang dalam whitepaper). Tak terkecuali bitcoin si "raja crypto" yang masih belum bisa diterima masyarakat dan pemerintah dunia sebagai sarana pembayaran.

Jangan terlalu bernafsu ingin cepat kaya dari bitcoin, memang banyak yang bisa kaya raya namun ada juga yang rugi tak terkira. Jadikan pengalaman saya ini sebagai pelajaran. Ok langsung saja kita mulai kisah ini,

Perkenalan dengan Bitcoin

Aku pertama kali kenal cara mencari uang online sekitar April 2014, salah satunya ya bitcoin. Dapat bitcoin pertama dari ptc dan faucet. Enaknya main bitcoin itu minimal withdraw yang cuma sedikit, lebih cepat dibandingkan dengan situs lain dengan mata uang dollar.

Semester kedua 2014 gratisan dari crypto makin menjamur salah satunya Stellar, pemain kripto dari Indonesia banyak yang join dunia per-bitcoin-an karena si Stellar ini. Dulu cukup daftar dengan facebook, bisa dapat 10$.

Gratisan lainnya, sebut saja saat pembukaan exchanger jepang Bitflyer (10$ per refferal yang join), mining online kalau ga salah zencloud dan berbagai altcoin gratisan.

Sebagian altcoin yang kudapat di 2014, sekarang tidak ada nilainya. Tidak heran jika ada yang bilang dari ribuan coin, di masa depan yang bertahan mungkin cuma puluhan.

Di akhir 2014, total bitcoin yang kudapatkan saat itu sekitar 0.75 Bitcoin. Enggak banyak sih, karena emang dulu cuma untuk selingan saja. Awal 2015 bitcoin drop banget hingga 2.5 juta, mungkinkah bitcoin Scam?

Aku panik dan menjual semua bitcoin yang kumiliki. Uangnya ku gunakan untuk tambahan beli komputer dan memulai membuat blog. Kisah nge-blog sempet ku bahas sedikit di artikel Pembayaran Google Adsense Melalui Western Union.

Saat itu aku tidak berfikir untuk trading dengan alasan terlalu beresiko, ga punya ilmunya dan kalau ingin coba coba ya tidak ada modal.

Januari 2015. Aku stop bermain bitcoin dan fokus mempelajari blog dan adsense terinspirasi tumpukan uang di atas meja milik mas Dian Tegal.

Memulai Trading Bitcoin

Sekitar Maret 2017, ada seorang teman di facebook yang pamer bahwa dia berhasil mendapatkan 21.500.000 dengan modal 500.000 hanya dari bulan Januari. Berarti hanya 2-3 bulan bisa dapat sekitar 43x dari modal. Wwwooowww, super sekali. Langsung ku screenshot buat motivasi,
Kisah Sukses Trading Bitcoin
Dalam hati aku berkata, kalau mas itu bisa, aku pasti bisa toh kita sama sama manusia yang makan nasi. Apalagi nanti di bulan Juli, adikku butuh duit yang lumayan banyak untuk kuliahnya. Aku ingin membantu sedikit biar hidupnya ga sehancur hidupku.

Di bulan April akhirnya ku putuskan untuk beli bitcoin lewat seorang cukong vip.bitcoin (sekarang Indodax) sebagai modal awal. Aku belinya sedikit, setelah itu si cukong ga mau balas pesan fb ku. Sepertinya dia lebih tertarik melayani transaksi besar.

Modal awal ku transfer dari vip.bitcoin ke poloniex (dulu exchanger ini populer banget namun karena support yang kurang bagus, sekarang mulai ditinggalkan). Di 2018 yang paling rame itu Binance, altcoin yang dijual belikan juga lebih banyak.

Kala itu cara bermain bitcoin ku sangat sederhana seperti kebanyakan pemula yang mulai dari nol. Bangun tidur beli koin yang harganya turun (dibandingkan kemarin) dan menjualnya ketika sedikit naik. Dalam sehari aku bisa beli coin ini dan itu 3-5x dengan untung 2-3% pertransaksi.

Sebaliknya kalau keliatannya bakal makin turun ya ku jual lagi. Kok tau bakal turun? Harga altcoin itu sangat terpengaruh pergerakan bitcoin. Bitcoin biasanya turun duluan diikuti altcoin.
Beli ketika dump jual ketika pump
Dulu aku sering dapat keuntungan lebih dari 10% dari panic sell. Ketika ada koin yang tiba tiba turun lebih dari 20%, sesegera mungkin pasang buy order. Ga sampai sehari kemungkinan bakal ada dead cat bounce. Ketika itu terjadi langsung jual dan untung.

Sebelum tidur, aku selalu menjual koin ku ke USD atau USDT atau Rupiah. Hal ini kulakukan agar tidak bingung kalau koin tiba tiba dump saat sedang tidur. Begitu terus setiap hari.

Aku menatap layar komputer lebih dari 12 jam sehari. Ini sudah biasa bagiku, sebelumnya memang mencari duit secara online dari blog dan situs situs microjob. 

Tak terasa di akhir Mei - awal Juni, uang ku sudah terkumpul sekitar 30 - 40 kali lipat dari modal. Entah bagaimana kok bisa dapat segitu, aku juga ga yakin. Separuhnya sudah ku cairkan ke rekening dan sisanya masih dibuat trading. Senangnya dalam hati 😊

Pertama Kali Rugi Besar dan Introspeksi

Pertengahan Juni, Bitcoin mulai drop dari 2980 ke 1900an. Semua altcoin mengikutinya, aku pun merasakan rugi besar pertama kalinya. Nyesek, sebulan nyoba beli ini itu rugi terus dan terus. Kalau diitung rugi ku bisa untuk beli 1 motor.

Waktunya introspeksi, aku inget dulu ketika awal trading ada trollbox di poloniex. Di sana banyak orang yang bilang kalau hari ini coin A akan ada update, coin B besok mengadakan konferensi dsb. Faktanya harga altcoin sering dipengaruhi event tersebut.

Dan ternyata pengumuman didapat dari roadmap di website, forum diskusi dan official Twitter dari masing masing project. Untuk mencarinya cukup search dengan nama project nanti pasti ketemu.

Ketika membahas project tertentu, netizen akan menggunakan cashtag, sebut saja Bitcoin $BTC, Digibyte $DGB, Siacoin $SC dsb. Dari search ini aku menemukan orang orang yang berbagi analisa mereka tentang harga altcoin dengan chart.

Selain itu banyak juga grup di telegram yang mau memberikan sinyal koin yang bakal pump. Ada pula channel di Disqus dan Slack, dimana para pengembang mau berinteraksi dengan investor dan trader.

Dari pada beli koin berdasarkan feeling saja, bukankah lebih baik dipandu analisis? Ku follow semua orang yang sharing chart, jelas aku ga paham apa yang mereka katakan seperti falling wedge, head and shoulder, elliot wave dsb. Sambil melihat analisa mereka, aku juga search istilah istilah tersebut di mbah google.

Hilangnya Kepercayaan Diri

Bulan Agustus 2017, bitcoin mulai naik kembali menembus 4000$ dan altcoin pun mengikutinya. Semua ijo ijo naik terus, aku pun menembus keuntungan yang cukup banyak. Kalau ga salah ini berkat hype adanya hardfork Bitcoin Cash (dimana kalau kita hold 1 Bitcoin, kita akan dapat 1 Bitcoin cash).

Di bulan ini aku tidak main day trade seperti sebelumnya tapi mencoba main lebih aman. Nyoba cari project bagus berdasar chart dan fundamental lalu beli. Kata orang day trade itu emang bisa cepat kaya namun resiko rugi juga besar.

Ku install beberapa aplikasi android yang dapat memberikan alarm ketika koin ada di harga tertentu. Jadi tidak perlu khawatir ketinggalan update harga ketika tidur.

Sayangnya setelah itu aku melakukan kesalahan fatal, terlalu optimis dengan sebuah project namanya Syscoin. Project satu ini akan merilis BlockMarket semacam toko online tapi berbasis blockchain.

Beli koin ini di sekitar 3000 satoshi, naik ke 8000 satoshi ga jual karena yakin harga bakal meroket karena BlockMarket versi Desktop sebentar lagi bakal rilis dan versi Web menyusul (sesuai roadmap). Banyak analisa yang mengatakan akan nembus 20.000 satoshi.
Btw saat artikel ini dibuat Blockmarket Web dari syscoin masih "coming soon". Padahal sudah setahun lebih.. Hahaha.. Versi desktop juga tidak dikenal masyarakat umum.
Waktu itu aku terlalu yakin dengan syscoin, sudah dapat 100% lebih tapi ingin hold terus. Kemudian bitcoin tiba tiba drop dari 4800$ hingga 2900$ di September 2017, syscoin pun ikut nyungsep.

Bukannya tambah kaya, keuntungan berkurang hampir separoh 😭  Sekitar seminggu enggak nafsu makan dan cuma tiduran di kasur sambil merenungi nasib.

Dari sini aku putuskan untuk tidak pernah fokus berinventasi pada sebuah project, sebagus apapun. Intinya cukup invest, ketika harga naik segera jual. Setelah itu cari koin lagi dan jual ketika pump dst.

Aku juga tidak percaya lagi dengan analisa dan sinyal dari telegram, twitter dan sumber lainnya. Toh sekarang sekarang sudah sedikit paham tentang chart. Bisa analisa sendiri, analisa orang lain cuma digunakan untuk perbandingan saja.

Kalau difikir fikir mereka kan memberi sinyal setelah beli, sinyal dipublish ketika harga sudah naik. Jadi posisi pemberi sinyal ini cukup aman, kalau harga naik mereka untung besar. Kalau turun? 😈 Intinya resiko mereka itu kecil sekali. Mereka bisa saja mengerakkan kita untuk pump koin dengan volume trade kecil dan ketika harga naik bisa dump sesuka hati.

Menurutmu mengapa mereka mau memberikan sinyal beli secara gratis?

Bitcoin harganya turun di September karena ada berita buruk dimana China melarang aktifitas trading bitcoin bahkan konon bakal melarang mining juga. Seperti kita ketahui, mining Bicoin kebanyakan ada di China, kalau betul diban ya bitcoin bakal njeblok.

Dari pada ambil resiko, ku putuskan mencairkan sebagian besar uang ke bank, total WD sudah sekitar 40x dari modal kala itu. Aku berhenti trading sementara, sisa uang di poloniex ada dalam bentuk USDT.

Bulan Oktober, harga Bitcoin kembali naik. Antara senang karena mining bitcoin ga diban oleh China dan kecewa karena sempet panic Sell. Bitcoin sudah lebih dari 5000$ saat ini, aku ragu antara beli lagi atau tidak. Akhirnya ku putuskan untuk beli saja.

Entah mengapa aku jadi sangat takut mengambil posisi. Bermain dengan uang yang besar jelas berbeda pressure-nya. Ditambah bayang bayang rugi besar di syscoin benar benar membuat mentalku makin down.

Akhirnya keuntungan yang kudapatkan pun jauh lebih sedikit, bayangkan dulu dalam waktu 2 bulan saja aku bisa dapat 30 kali lipat. Di Oktober ini bisa dapat 100% saja sudah sangat bersyukur.

Mulai Bangkit Tapi..........

November aku beli Ripple $XRP karena konon ada event Escrow yang akan terjadi di akhir tahun 2017. Aku yakin ini koin bakal up banget karena di awal 2017 berita rencana escrow bisa membuat Ripple naik pesat. Nah kalau baru rencana saja bisa bikin naik berkali kali lipat, bagaimana dengan event escrow itu sendiri? Jelas naik banget dong.

Desember 2017 Bitcoin benar benar menggila, menembus 10k$ dan terus naik naik dan naik. Ripple pun jadi drop secara bitcoin namun masih stabil kalau dilihat dari nilai $ nya.

Penantian pun terbayar di minggu kedua bulan Desember. Bitcoin mulai stabil, uang pun mengalir ke altcoin. Aku beli XRP di 0.2$ dan menjualnya di 0.4$, tidak sia sia hodl 1 bulan. Aku menggunakan strategi pasca trauma syscoin tadi, invest >> naik dikit >> Jual.

Setelah itu WD sedikit dan bergonta ganti beli koin ini dan itu. Kepercayaan diri naik kembali namuuuunnn ternyata ripple yang telah ku jual makin naik terus. Bahkan di awal Januari menembus angka 3$, itu sekitar 8x lipat dari harga jualku. Leeeemmmeeeessss... Andai aku Hodl terus... 😰

Akhir tahun 2017, total uang yang diWD sekitar 100x dari modal. Aku merasa diriku adalah orang yang jago trading. Hahahahaha.. Namun tahun 2018 menunjukkan bahwa aku orang bodoh yang hanya beruntung.

G.A.L.A.U

Desember 2017 bitcoin sering dijadikan topik berita di berbagai media. Ada seorang temen yang tahu aku bermain bitcoin dan crypto. Dia menyarankan ku supaya kerja yang pasti pasti saja, toh penemu bitcoin sudah menjual semua bitcoinnya.

Sebenarnya ingin ku jelaskan semua tentang bitcoin. Misal kebenaran bahwa yang diberitakan menjual bitcoin bukan Satoshi Nakamoto sang penemu melainkan Roger Ver pemilik situs bitcoin.com. Aku juga ga percaya kalau Roger Ver jual semua bictoin, ini kan demi drama Bitcoin VS Bitcoin Cash.

Aku bingung mau berkata apa, karena apa yang temanku katakan itu ada benarnya, lebih baik nyari kerja yang pasti.

Di tahun 2017 aku cuma ngabisin waktu di depan komputer, banyak waktu yang kadang terbuang sia sia. Berminggu minggu ga ngapa ngapain cuma liat chart dan berita di Twiter ataupun Bitcointalk.

Bukankah lebih baik punya pekerjaan offline dan jadikan investasi bitcoin ini sebagai tambahan. Toh jaman now banyak aplikasi handphone yang memudahkan kita mengecek harga dan bertransaksi sewaktu waktu.
Apakah trading crypto bisa dijadikan pekerjaan tetap hingga tua nanti? Kurasa tidak.

Ingin Jadi Investor

Aku teringat sebuah nasihat yang kurang lebih intinya, "Jadi trader itu capek tiap hari harus mengamati harga coin, naik turun mulu. Mending jadi investor, beli coin dari project potensial yang baru dimulai dan jual ketika dikenal banyak orang"

Model investasi yang dimaksud adalah ICO (Initial Coin Offering). Saya pribadi sejujurnya kurang suka dengan ICO karena terlalu kental dengan aroma spekulasi. Bagaimana bisa project yang masih rencana (tertulis dalam whitepaper) bisa mengumpulkan uang jutaan dollar?

Tetapi karena penasaran, aku pun mencari informasi tentang ICO.

Dari beberapa ICO di bulan Januari 2018, ku putuskan untuk berinvestasi di GLUON. Simpel saja karena sudah punya produk dan hak paten, project mereka juga sudah berjalan. GLUON adalah ICO pertama yang sudah diverifikasi bakal diluncurkan di Stratis Platform. Para pendukung Stratis jelas akan ikut invest di sini.

Akhirnya aku pun beli Stratis untuk mengikuti ICOnya GLUON, All IN semua bitcoin kubelikan Stratis. Beli di harga sekitar 10$ lebih dikit. Aku yakin banget ni project sangat menjanjikan. Apalagi gluon menyasar software mobil. CPC dari niche otomotif gedhe itu gede lo kalau di blog adsense..

Rencananya sih begitu, namun kenyataan berkata lain public sale GLUON tertunda menunggu izin dari SEC. Entah berapa kali mereka sudah menundanya bahkan sampai saat ini masih belum dimulai. Yang bikin nyesek Bitcoin drop dan Stratis pun drop lebih parah. Aku tak sempat memasang Stop Loss.

Coba tanya ke teman dan netizen di twitter, kebanyakan bilang HODL aja nanti juga pasti naik lagi. Di 2017, paling down sekitar 1-2 bulan selanjutnya kembali naik lagi. Ok deh, aku mengikuti kata kata ini. Setelah itu, aku jarang melihat chart dan berita terkini, dan akibatnya fatal. Sudah 11 bulan dan harga bitcoin makin down down down.

Mengundurkan Diri dari Dunia Persilatan

Bagaimana dengan uang ku? ya masih di Stratis, aku rugi gila gilaan. Saat ini aku sih sudah bodo amat dengan uang itu, toh sudah WD sekitar 100x dari modal. Persetan dengan crypto, Bbbbbyyyyyeeeee!

Satu hal yang sangat memuakkan dari dunia Crypto adalah drama yang disajikan oleh beberapa orang yang bisa dibilang punya kuasa (tepatnya banyak duit karena invest dari awal). Mereka tidak segan untuk memanipulasi harga demi keuntungan sendiri.

Belum lagi banyak yang bilang volume trading crypto itu fake, coinmarketcap tidak bisa patokan. Harga altcoin pun sangat terngantung dengan pergerakan bitcoin. Lihat saja ketika bitcoin drop, bot akan sesegera mungkin ikut dump altcoin.

Harga yang naik turun dengan cepat membuat bitcoin makin jauh dari cita cita ingin jadi solusi pembayaran seluruh dunia yang lebih cepat dan murah dibandingkan bank. Pemerintah mana yang mengijinkan rakyatnya bertransaksi dengan sesuatu yang dalam setahun naik hampir 20x lipat dan setahun kemudian turun 80% lebih.

Cashless memang sangat dibutuhkan oleh dunia modern tetapi coba lihat di 2019. Lebih banyak orang yang percaya dengan OVO, Go pay, Danaku dan teman temannya dibandingkan dengan Bitcoin. Terus akan bitcoin bakal diterima masyarakat? Faktanya bitcoin lebih dikenal sebagai uang yang digunakan untuk "transaksi jahat".

Cara Trading Bitcoin dari Ku

Tulisan di bawah ini akan kujadikan catatan untuk diri ku sendiri kalau suatu saat akan kembali mencoba peruntungan di dunia crypto.

1. Bitcoin is King
Perlu kalian ingat, bitcoin adalah cryptocurrency pertama dan dialah rajanya. Walaupun banyak teknologi baru yang lebih baik tapi harga semua coin mengikuti pergerakan harga sang Raja (Setidaknya untuk saat ini).
  • Harga Bitcoin Naik lalu Stabil
    Saat ini terjadi banyak yang dapat untung dari bitcoin lalu ketika harga mulai stabil, mereka akan membeli altcoin, hasilnya altcoin juga naik
  • Harga Bitcoin Naik lalu Naik dan Naik
    Sering kali setelah harga bitcoin pump, ga lama dia bakal pump terus. Bahkan bisa lebih dari 30% dalam sehari. Saat ini terjadi banyak trader yang tidak ingin ketinggalan (FOMO) dan akhirnya menjual altcoin untuk mengikuti bitcoin yang naik, hasilnya altcoin bakal turun.

    Nah gunakan kesempatan ini untuk beli altcoin di harga yang murah, ketika bitcoin stabil. Altcoin pasti harganya dipump.
  • Harga Bitcoin Turun lalu Stabil
    Bitcoin bisa tiba tiba turun, saat ini terjadi banyak yang akan menjual altcoin untuk beli bitcoin yang murah. Altcoin akan turun namun tidak banyak.
  • Harga Bitcoin Turun dan Terus Turun
    Bitcoin sangat sering ditentang pihak tertentu. Saat ini terjadi harga akan turun dan turun terus. Trader akan menjual altcoin mereka untuk menyelamatkan diri ke USD. Bertahan di posisi tersebut sampai bitcoin menemukan bottom.
Sebagian besar altcoin bakal naik ketika bitcoin stabil dan lebih menunjukan tanda bullish. Jadi selalu liat pergerakan sang Raja ketika anda sedang trading altcoin. Cryptocurrency dengan marketcap besar macam Ripple dan Ethereum juga dapat menggerakan altcoin layaknya bitcoin.

Belakangan faktor ini sangat penting, apalagi terlihat sekali bot di altcoin market yang selalu melakukan dump jika harga bitcoin terlihat bergerak. Poin ini jugalah yang membuatku mundur dari trading crypto, semua setup yang kuprediksi di altcoin dapat dengan mudahnya ancur karena pergerakan harga btc.
2. Mengatur Risk Management
Ketika kita buy altcoin tertentu, saat itu juga kita harus menargetkan kapan akan sell. Di sisi lain rencanakan apa yang akan dilakukan jika ternyata pergerakan harga tidak sesuai perkiraan.

Misal kita total modal kita adalah 1 BTC. Gunakan yang 0.75 btc untuk beli 3-4 koin yang punya potensi naik. Sisanya 0.25 btc kita gunakan untuk plan B, bisa juga yang ini dijadikan fiat kalau ada potensi BTC drop.

Sebut saja salah satu koin yang kita beli adalah Stratis di 23000 satoshi sebanyak 1000 strat dengan modal 0.23 btc. Masih sisa 0.52 btc yang bisa dibelikan 2-3 koin lainnya.

Di chart terlihat kalau resistance terdekat adalah 26000 (puncak trend up sebelumnya), kita pasang alarm di poin tsb. Untuk awal dengan modal kecil sebaiknya menargetkan untung 10-20% saja.

Kalau ternyata menembus resistance dan volume masih tinggi kita bisa optimis mentargetkan resistance kedua. Perhatikan terus chart kalau ada tanda perubahan trend, misal di 28000 sudah ada tanda turun ya jual saja toh sudah untung.

Siapkan juga stop loss, nilai stoploss tergantung dengan kerugian yang bisa diterima. Idealnya di bawah support tapi ini tergantung pada koin tsb.

Kalau misal koinnya benar benar menjanjikan, kita bisa membeli lagi di harga yang lebih murah dari harga beli pertama. Jadi jika harga naik, kita tidak rugi banyak bahkan bisa untung (istilahnya compounding).

Ingat bro trading itu bukan judi, semua orang pasti ingin menjual setinggi tingginya tapi untuk apa mempertaruhkan kemungkinan untung maksimal jika bisa saja sebaliknya. Main aman saja yang penting dapat untung.

Contoh di atas gambaran simpel saja, kalau ingin pemahaman lebih dalam bisa search di google "risk management basic".

3. Jangan All In
Dalam dunia crypto banyak sekali project dengan chart yang menjanjikan, sebuah kesalahan besar jika kita hanya invest di satu koin. Sebaiknya uang dibelikan beberapa koin yang trendnya keliatan naik.

Jadi misal nanti anda rugi di koin A, bisa mendapatkan gantinya di koin B. Perlu diingat, koin koin tersebut tidak bergerak naik bersamaan. Meskipun di Alt season, harga koin naik bergantian contoh hari ini Digibyte naik besoknya mungkin Ripple yang naik.

4. Don't chase pumps 
Sering kali kita akan ngiler jika melihat altcoin pump gila gilaan, para pendukung coin tersebut pasti akan mempromosikannya agar lebih banyak orang yang fomo dan akhirnya memutuskan beli.

Hal ini jelas salah! Sebelum membeli perhatikan harga kemarin. Kalau dalam 24 jam terakhir coin tsb sudah UP 50% ya sebaiknya jangan beli, kalaupun ingin beli, beli saat pullback. Karena tidak mungkin harga altcoin bakal baik terus terusan.
 
5. Melihat Update dari Altcoin
Harga altcoin sering dipengaruhi event yang akan dilakukan seperti konferensi, kerjasama dengan pihak lain atau update yang dilakukan pengembang.

Sebut saja NXT yang bakal memberikan IGNIS gratis bagi mereka yang mempunyai NXT pada 1 Januari 2018.

Aku ingat sekali harga coin ini awalnya cuma 1000 satoshi di akhir Nov 2017 dan hanya hitungan minggu bisa naik hingga di atas 13000 satoshi. Di exchanger Indonesia lebih gila lagi, harganya di atas 35 ribu.

Nah banyak orang Indonesia yang beli di harga 30 ribu ke atas dan akhirnya nangis nangis karena beberapa minggu kemudian harga NXT drop di belasan ribu. Sekarang harga NXT hanya 500 rupiah saja.

Gila? Ya beginilah nasib mereka yang chase pump karena terjebak kata manis pendukung koin yang ada upcoming event. Toh rata-rata alt drop 95% bahkan 99%.

6. Membandingkan Analisa Sendiri dengan Orang Lain
Sering kali kita membeli coin karena mengikuti nasihat dari teman/ orang yang dirasa lebih paham trading. Kalau untung pastinya mantap banget tetapi kalau rugi? Pasti bakal menyalahkan mereka 😀 Kita semua pasti begitu mulanya, tapi untuk maju cepat buang semua pemikiran tsb!

Perlu diingat keputusan akhir, orang yang klik tombol Buy ya kita sendiri. Jadi jangan salahkan orang lain. Ok?

Mulailah belajar teknik trading sederhana mulai dari resistance/support, pattern chart yang umum, bentuk candle, bullish/bearish divergence dll. Di luar sana banyak website yang khusus membahas trading, memang kebanyakan bukan tentang crypto tetapi intinya sama.

Lihat lah chart milik orang lain di tradingview dot com, bandingkan analisa tersebut dengan pergerakan harga sebenarnya. Analisa dan pelajari untuk mempertajam insting trader anda.

7. Pertimbangan sebelum Invest
Selain dari chart, sebelum membeli coin sebaiknya lihat dulu beberapa hal ini,
  • Cek project dan perkirakan perannya di masyarakat pada masa yang akan datang
    Hindari project yang model usahanya terlihat bakal berujung scam, misal bitconnect. Ingat dari sebagian besar koin, banyak yang bakal hilang dari peredaran.
  • Cek Teamnya dan kerjasama yang dilakukan
    Lihat keaktifan para pengembang, makin sering update makin bagus. Faktanya banyak koin yang tidak ada update bertahun tahun namun masih ada di exchange.
  • Cek Marketcap
    Harga coin sangat tergantung banyaknya koin yang ada. Misal saja ripple, banyak pendukung yang mengklaim koin satu ini bisa 100$ namun jika dilihat dari marketcap memang mungkin? ya mustahil
  • Cek Volume Trade Harian
    Perhatikan volume, tidak lucu kalau kita nanti susah jual karena pasar sepi pembeli. Ini penting bagi anda yang main dengan modal besar. Volume yang naik juga bisa jadi tanda akan terjadi perubahan trend.
8. Stay Update
Pergerakan harga bisa saja terjadi karena event baik dari update coin itu sendiri maupun faktor luar misal pergerakan bitcoin, ekonomi dunia termasuk wall street ataupun berita tentang pemerintahan.
  • Ikuti akun twitter yang sering update berita terkini dan nyalakan notifikasi
  • Masuk ke forum yang dikelola developer koin agar mendapatkan info event terbaru
  • Pasang alarm harga koin yang anda miliki, baik itu harga naik ataupun turun
Itulah sedikit cerita sekaligus cara trading bitcoin dari blog Sharing Pengalaman. Sekali lagi aku tekankan "Never invest money that you can't afford to lose ". Semoga teman teman bisa mengambil hikmahnya.

Posting Komentar